Kamis, 18 Mei 2017

Jumat, 20 Januari 2017

Tugas 210117

1.  macam-macam teknik shot / pengambilan gambar dengan kamera
Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
· Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
· Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
· Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
· Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
· Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
· Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
· Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
· Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
· Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
· One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
· Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
· Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
· Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
2. macam-macam pergerakan kamera untuk pembuatan film/video
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
Track in : gerak kamera mendekati obyek
Track out : gerak kamera menjauhi obyek


3. Naskah ialah semua bahan tulisan tangan peninggalan nenek moyang kita pada kertas, lontar, kulit kayu dan rotan. Tulisan tangan pada kertas itu biasanya dipakai pada naskah-naskah yang berbahasa Melayu dan yang berbahasa Jawa; Rotan hanya dipakai pada naskah-naskah yang berbahasa Jawa dan Bali. Kulit kayu dan rotan biasanya digunakan pada naskah-naskah berbahasa Batak. Dalam bahasa Latin naskah ini disebut codex, dalam bahasa Inggris disebut manuscript, dan dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah handschrift. Hal ini perlu dijelaskan untuk membedakan peninggalan tertulis pada batu. Batu yang mempunyai tulisan itu biasanya disebut piagam, batu bersurat atau inskripsi. Dan ilmu dalam bidang tulisan pada batu itu disebut epigrafi. Epigrafi merupakan bagian dari arkheologi.

4. Sinopsis adalah ringkasan atau garis besar naskah yang menggambarkan isi dari suatu film atau pementasan yang dilakukan baik secara konkrit maupun secara abstrak. Sinopsis biasanya digunakan sebagai prolog bagi sebuah naskah baik dalam naskah pendek maupun naskah panjang untuk suatu pemetasan film dan terater panggung. Sinopsis akan memudahkan untuk mengetahui dan memahami secara lebih ringkas pada bagian awal dari suatu naskah tersebut. Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya. Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.

Jumat, 06 Januari 2017

Tugas Visualisasi Konsep 070117

1. Tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap yaitu :
         a. Idea Generation (Pemunculan Gagasan)
  b.  Idea Screening (Penyaringan Gagasan)
         c. Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep)
         d.  Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran)
         e.  Business Analysis (Analisis Bisnis)
         f. Product Development (Pengembangan Produk)
         g. Test Marketing (Pengujian Pasar)
         h. Commercialization (Komersialisasi)
2. cara mengembangkan gagasan menjadi konsep produk/layanan:
   a. Memberikan saran yang baik kepada pelanggan serta pelayanan dengan tingkat profesionalisme yang tinggi
   b. Memperbagus pengepakan dan pengemasan
   c. Menerapkan level pelayanan.
   d. Membuat program khusus untuk pelanggan setia
   e. Memberikan pelatihan keterampilan atau seminar yang berkaitan dengan produk.
3. Visualisasi konsep adalah rekayasa dalam pembuatan gambar, diagram atau animasi untuk penampilan suatu informasi
4. Perancangan Visualisasi Konsep adalah Sinopsis, Naskah, dan Storyboard
5. Sinopsis adalah ringkasan atau garis besar naskah yang menggambarkan isi dari suatu film atau pementasan yang dilakukan baik secara konkrit maupun secara abstrak.
6. Naskah adalah selembar rencana yang berisi rancangan dan strukutr perwatakan atau lakon sandiwara dalam sebuah film atau drama.
7. Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah
8. cara menyusun sinopsis :
  1. Terlebih dahulu membaca naskah aslinya untuk mengetahui kesan terpenting penulis secara umum.
  2. Mencatat gagasan pokok  atau  menggaris bawahi gagasan utama yang terpenting.
  3. Tulislah ringkasan yang sesuai dengan gagasan utama yang ditemukan sesuai dengan langkah kedua.
  4. Gunakan kalimat yang jelas, mudah dipahami, efektif, dan menarik untuk membuat rangkaian cerita singkat yang bisa menggambarkan apa yang akan diceritakan dalam karangan aslinya.
  5. Untuk menulis dialog atau monolog tokoh, cukup secara garis besarnya saja.
  6. Sinopsis yang dibuat tidak boleh menyimpang dari isi secara keseluruhannya.
9. cara menyusun naskah :
   a. Menyusun cerita
   b. Menjabarkan cerita itu menjadi rentetan peristiwa/garis lakon/alur, yang tersusun menjadi eksposisi, komplikasi, klimaks, antiklimaks, dan resolusi.
   c. Rentetan peristiwa itu harus menonjol ke arah sebuah konflik sampai mencapai klimaks. Menulis drama tanpa mengandung konflik akan menjadi hambar dan monoton.
   d.Menentukan jenis-jenis karakter serta penerapannya lewat gerak dan dialog. Konflik sebagai jiwa sebuah drama, berkembang karena pertentangan karakter protagonis melawan antagonis.
   e. Menyusun naskah dalam bentuk dialog yang efektif.
10. cara menyusun storyboard :
 a.     Catat poin-poin penting, ide, serta konsep yang akan di masukan didalam storyboard.
       b. Storyboard anda harus pada dasarnya merupakan gambar serialdan dilengkapi uraian semua langkah dan keterangan yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan dibuatnya film .
       c. Membuat sketsa kasar visual untuk semua frame
       d. Visual dengan jelas menampilkan adegan utama,
   e. Storyboard dapat dirancang menggunakan dikertas dengan coretan dan tulisan manual atau dengan perangkat lunak seperti Microsoft Word
11. download sinopsis
       1. sinopsis 1
       2. sinopsis 2
       3. sinopsis 3
12. download naskah
      1. naskah 1
      2. naskah 2
      3. naskah 3
13. download storyboard
      1. storyboard 1
      2. storyboard 2
      3. storyboard 3
14. konsep gagasan untuk vasualisasi konsep dalam rangka "bersikap menjadi pelajar smk yang baik, disiplin dan berbudi luhur"
      -berangkat pagi agar tidak terlambat
      -menerapkan 5s : senyum, sapa, salam, sopan, santun
      -membantu teman tanpa pamrih
      -mengerjakan pr tepat waktu
      -belajar dengan sungguh sungguh